Selamat datang di Lapangan Kecil!

Situs ini membahas dunia pendampingan! Mulai 2016 atau setelah hampir 10 tahun menggunakan istilah fasilitator, Lapangan Kecil memutuskan menggunakan istilah pendampingan. Pendamping untuk orang yang melakukan pendampingan. Yang didampingi disebut sebagai dampingan.

Pendampingan yang dimaksud di sini bukanlah pendampingan dengan pola yang diagonal. Pendamping tidak berada di atas dampingan. Pendamping bukan orang yang mengajari, menasehati apalagi mengatur-atur dampingan. Pendamping dipahami sebagai seseorang yang membantu orang-orang untuk menguak, mengingat dan memanfaatkan pengalaman, kecakapan atau peluangnya secara mandiri. Dalam interaksi sehari-hari kita semua memerankan tugas sebagai pendamping dan tidak jarang sekaligus menjadi dampingan.

Bila Anda menyukai atau bisa mengambil manfaat dari situs ini, kami merasa senang. Silahkan pergunakan/ sebarluaskan isi situs ini dalam rangka kebajikan. Jangan lupa, mohon cantumkan/sebutkan Lapangan Kecil sebagai sumber (referensi).

Umpan maju (feedforward) silahkan diemail ke risangrimbatmaja@gmail.com




Kegiatan

Mengenalkan Guru PAUD Fasilitatif

Mengenalkan Guru PAUD Fasilitatif

Sesi singkat Pengenalan Teknik Fasilitasi bagi Guru PAUD menandai kerja Lapangan Kecil sehabis jeda Idul Fitri. Sesi berlangsung di lapangan. Tepatnya di Lingkaran (Lingkungan Pekarangan Ramah Anak) Dusun Glagah Gulon, yang dulu terkena dampak erupsi Merapi dan diikuti oleh 200 guru se-Kabupaten Magelang Jawa Tengah. Mereka adalah sebagian dari sekitar 1000 guru PAUD yang beramai-ramai menghadiri acara halal bihalal yang diselenggarakan...selengkapnya






Teknik

Memanggil dengan nama anak

Memanggil dengan nama anak

Di sejumlah daerah orang dewasa dipanggil dengan nama anaknya. Alih-alih memanggil Pak Ides, orang memanggilnya Papa Eja, karena anaknya bernama Eja. Sekilas, pemanggilan semacam itu hanya untuk menunjukkan hubungan bapak – anak. Namun, dari pengalaman sejumlah kerja pendampingan, pemanggilan orang dewasa dengan nama anak  (terutama bila anaknya masih berusia SD atau lebih muda) ternyata mempermudah pengembangan hubungan. Seorang...selengkapnya






Refleksi & Riset

Communicative, bukan talkative

Communicative, bukan talkative

Sebelum memulai sesi pelatihan komunikasi bersama sekumpulan bidan, seorang peserta bercerita kalau saat ini bidan-bidan senior yang laris manis justru yang tidak banyak berbicara. “Yang cerewet malah tidak laku dan bidan-bidan muda mulai tahu. Jadi, mereka pikir untuk apa banyak ngomong, menasehati ini itu,” ujarnya. Saya meminta ijin untuk meletakkan pendapatnya di parking lot dan mengajak peserta itu mengikuti proses pelatihan...selengkapnya






Versi Mobile