Selamat datang di Lapangan Kecil!

Situs ini membahas dunia pendampingan! Mulai 2016 atau setelah hampir 10 tahun menggunakan istilah fasilitator, Lapangan Kecil memutuskan menggunakan istilah pendampingan. Pendamping untuk orang yang melakukan pendampingan. Yang didampingi disebut sebagai dampingan.

Pendampingan yang dimaksud di sini bukanlah pendampingan dengan pola yang diagonal. Pendamping tidak berada di atas dampingan. Pendamping bukan orang yang mengajari, menasehati apalagi mengatur-atur dampingan. Pendamping dipahami sebagai seseorang yang membantu orang-orang untuk menguak, mengingat dan memanfaatkan pengalaman, kecakapan atau peluangnya secara mandiri. Dalam interaksi sehari-hari kita semua memerankan tugas sebagai pendamping dan tidak jarang sekaligus menjadi dampingan.

Bila Anda menyukai atau bisa mengambil manfaat dari situs ini, kami merasa senang. Silahkan pergunakan/ sebarluaskan isi situs ini dalam rangka kebajikan. Jangan lupa, mohon cantumkan/sebutkan Lapangan Kecil sebagai sumber (referensi).

Umpan maju (feedforward) silahkan diemail ke risangrimbatmaja@gmail.com




Kegiatan

Pelatihan Teknik dan Seni Fasilitasi bagi Guru

Pelatihan Teknik dan Seni Fasilitasi bagi Guru

Pelatihan Teknik dan Seni Fasilitasi 2018 bagi Guru merupakan kegiatan sosial utama Lapangan Kecil di tahun 2018. Pelatihan ini bertujuan untuk membangun kecakapan guru dalam mengembangkan suasana kelas yang nyaman dan partisipatif. Yang menghadirkan siswa, tidak saja hadir secara fisik, tapi juga pikiran dan hatinya. Harapannya, siswa aktif bertanya, berpendapat, mendengarkan, saling menghargai dan bekerjasama. Lapangan Kecil menyiapkan...selengkapnya






Teknik

Mengontrol orang marah

Mengontrol orang marah

Dalam sebuah sesi belajar bersama kelompok guru, seorang peserta menceritakan pengalamannya menghadapi kemarahan orang tua siswa dengan kemarahan pula. Ending-nya, bisa ditebak, runyam. Orang marah memang bisa membuat kita juga ikut marah, tapi bisa juga sebaliknya, membuat takut. Dua-duanya bukan pilihan bagus. Dan untungnya, pilihannya bukan hanya dua. Pilihan ketiga, yang terbaik, adalah stay calm. Maksudnya, diam saja? Nanti jadi...selengkapnya






Refleksi & Riset

Proses perencanaan bukan hanya (kecerdasan) kognitif

Proses perencanaan bukan hanya (kecerdasan) kognitif

Proses perencanaan partisipatif acapkali dipahami hanya dari aspek olah pikir (kognitif). Ide-ide briliyan dikumpulkan dari semua partisipan, dipahami bersama, dianalisis kemudian dipilih atau dikerucutkan. Hasilnya sebuah dokumen rencana atau bagi yang melangkah lebih lanjut, sebuah rencana aksi. Asumsinya, semakin cerdas partisipan, semakin hebat rencananya. Padahal, rencana tinggal rencana bila tidak diwujudkan bersama oleh para...selengkapnya






Versi Mobile