Rumus simpel komunikasikan pesan

16 Desember 2017 - Posted by admin

Rumus simpel komunikasikan pesan

Dalam pelatihan pendampingan, yang waktunya mepet,  rumus komunikasi yang suka dibahas Lapangan Kecil adalah TD-TJ. Rumus simpel, Tanya Dengarkan – Tanya Jelaskan.

Jadi, mentang-mentang menjadi komunikator tidak lantas membuat kita mendatangi orang atau kelompok lalu imenyampaikan pesan-pesan.

Bertanyalah terlebih dahulu. Bertanya di sini adalah dalam rangka membantu rekan bicara kita menungkapkan pengalaman, perasaan, pandangan atau pendapat. Sama sekali bukan untuk menguji, menunjukkan kelemahan, memojokkan apalagi menyindir. Bukan pula berlagak seperti sebagian tenaga penjualan (yang mungkin sebagian kita pernah alami), yang bertanya untuk sekedar basa-basi sebelum dia memunculkan produk atau layanannya.

Karena itu pula, pasangan dari bertanya adalah mendengarkan (TD). Bertanya dalam rangka basa-basi mudah sekali terbaca, bahkan oleh seorang anak kecil sekalipun.

Selain nonverbal yang tampak tidak memperhatikan, tema yang diminati rekan bicara tidak ditangkap dan lewat sepintas saja. Semisal,

A             : Hari minggu pergi ke mana engkau B?

B             : Wah, asyik deh, saya ke Gunung Salak. Wuih, sejuk!

A             : Nah, minggu depan, mau ke tempat yang berbeda ga? Mau kuberi tahu tempat asyik?

B             : Hmm, minggu depan ya..?(padahal B mau menjelaskan tentang sejuknya Gunung Salak.)

 

Saat B menjawab, A seharusnya mendengarkan baik-baik. Jangan bersikap judgmental. Dengarkan dengan aktif. Perhatikan dan gali tema utama atau minatnya.

TD bisa dilakukan beberapakali sampai terasa tuntas cerita rekan bicara kita. Untuk contoh di atas, A bisa menggali, dengan bertanya: oh sejuk seperti apa di sana? Bersama siapa kamu ke sana? Dll.

Selepas TD, masuklah ke tahap kedua (TJ). Sebagai pengantar, lakukan paraphrase terlebih dahulu, barulah bertanya (T). Semisal,

A             : Hari minggu pergi ke mana B?

B             : Wah, asyik deh, saya ke Gunung Salak. Wuih, sejuk!

A             : Oh, sejuk seperti apa di sana?

B             : Jadi, di sana kita perlu pakai jaket. Kalau tidak, menggigil kita. Banyak kabut……

A             : Wuih, saking dinginnya perlu pakai jaket ya. Dan berkabut pula. Keren banget….

                 Hmm, B, ada juga lho tempat panas, tapi asyik. Mau tahu ga?

 B             : Apa itu?

 A             : (J)……………..

 

Dalam TJ, bertanya bisa dilakukan untuk meminta ijin menjelaskan sesuatu. Setelah diijinkan, barulah kita menyampaikan pesan kita.

Dalam TD-TJ, prinsip penting  berkomunikasi tetap dipatuhi, yaitu menghargai rekan bicara. Sesuai hukum resiprokal, kalau kita ingin didengarkan, mendengarkanlah terlebih dahulu.

Jadi, kita tidak ujug-ujug, out of nowhere, mendikte orang dengan pesan atau nasihat. Kita juga tidak bertanya untuk sekedar basa-basi, yang justru membuat orang merasa direndahkan. Kita justru memulai dengan menunjukkan penghargaan atas pengalaman atau pendapat rekan bicara.

Risang Rimbatmaja
www.lapangankecil.org

Tinggalkan Komentar
  • Nama
  • Email
  • Komentar
  • Kode Verifikasi : 100 + 6 =

Artikel Teknik Lainnya :



Versi Mobile