Teknik

Rumus simpel komunikasikan pesan

16 Desember 2017 - Posted by admin
Rumus simpel komunikasikan pesan Dalam pelatihan pendampingan, yang waktunya mepet,  rumus komunikasi yang suka dibahas Lapangan Kecil adalah TD-TJ. Rumus simpel, Tanya Dengarkan – Tanya Jelaskan. Jadi, mentang-mentang menjadi komunikator tidak lantas membuat kita mendatangi orang atau kelompok lalu imenyampaikan pesan-pesan. Bertanyalah terlebih dahulu. Bertanya di sini adalah dalam rangka membantu rekan bicara kita menungkapkan pengalaman, perasaan, pandangan...selengkapnya »

Mencari sumber inspirasi

11 Agustus 2017 - Posted by admin
Mencari sumber inspirasi Suatu waktu seorang kawan fasilitator kebingungan mencari narasumber yang akan dimunculkan dalam forum sebagai sumber inspirasi/ motivasi. Kawan fasilitator lain menyarankan mencari tokoh dari masyarakat setempat. Alasannya, banyak tokoh-tokoh di masyarakat sendiri, yang memiliki pengalaman dan kapasitas yang tidak kalah dengan tokoh “nasional”. Masalahnya cuma publisitas saja. Saya malah menyarankan agar melatih partisipan supaya...selengkapnya »

Agar co-facilitating tidak "cakar-cakaran"

07 Juni 2017 - Posted by admin
Agar co-facilitating tidak "cakar-cakaran" Pernah memfasilitasi atau mendampingi forum bersama-sama dengan kawan lain? Kawan saya pernah menceritakan pengalamannya. “Waktu itu sudah sampai kesepakatan, kita mau beternak kambing. Tiba-tiba, dia mausk dan ngajak warga brainstorming memikirkan kembali kelemahan betrenak kambing dan kemudian mengarahkan ke sapi. Suakit hati bener rasanya! Cerita kawan itu contoh pengalaman kurang baik. Tentu, banyak cerita positif tentang...selengkapnya »

Perencanaan Partisipatif: Setelah payung hukum, juklak, juknis, panduan tersedia…

24 Mei 2017 - Posted by admin
Perencanaan Partisipatif: Setelah payung hukum, juklak, juknis, panduan tersedia… Bagi aparat birokrasi, payung hukum itu penting. Juklak, juknis, panduan atau apapun namanya juga tidak kalah penting. Namun dalam praktik lapangan, perencanaan partisipatif juga membutuhkan kecakapan memfasilitasi, baik aspek seni maupun metode. Ini yang Lapangan Kecil pelajari saat membantu sebuah kota di Jawa Barat memfasilitasi sesi pembelajaran untuk perencanaan partisipatif bagi aparat kecamatan dan keluarahan. Payung hukum perencanaan...selengkapnya »

Hati-hati mengukur kerja pendamping

28 Februari 2017 - Posted by admin
Hati-hati mengukur kerja pendamping   Tidak semua pengelola program memahami kerja pendamping. Sebagian dari mereka mengukurnya dari aspek luaran kegiatan, seperti dokumen rencana aksi bersama, atau bahkan kelengkapan administrasi seperti kuitansi atau daftar absensi. Ukuran-ukuran itu tentu saja tidak salah. Apalagi bila pengelola program harus mempertanggungjawabkan pelaksanaan program pada penyandang dana. Namun, dokumen-dokumen itu tidak akan bermakna bila ternyata di lapangan...selengkapnya »

Semakin sering berlatih, semakin ahli?

10 Oktober 2016 - Posted by admin
Semakin sering berlatih, semakin ahli? Siapa bilang semakin lama melakukan sesuatu, maka semakin ahli? Atau, semakin sering berlatih, semakin ahli? Faktanya ternyata tidak selalu begitu. Angela Duckworth berjudul Grit, the power of passion and perseverance menjelaskan bahwa lama atau sering berlatih tidak menentukan tingkat keahlian seseorang. Angela memberikan contoh dirinya sendiri. Sejak usia 18 tahun dia suka olah raga lari. Hampir tiap hari dia berlari. Tapi, catatan waktu...selengkapnya »

Sikap demanding justru penting

23 Agustus 2016 - Posted by admin
Sikap demanding justru penting Umumnya, kita tidak suka memiliki orang tua yang demanding atau terlalu menuntut. “Saya ga mau tahu, kamu janji bereskan siang ini, ya saya tunggu sampai siang ini. Tidak ada sore, apalagi besok!” Bagi sebagian orang, tekanan itu bisa saja membuatnya “tertekan”. Tapi, tidak bagi orang-orang dengan pencapaian tinggi. Setidaknya itu yang dipelajari Angela Duckworth, profesor psikologi yang menjadi penasehat bagi banyak...selengkapnya »

Komunikasi lemah yang berpengaruh

21 Agustus 2016 - Posted by admin
Komunikasi lemah yang berpengaruh Saya pernah mengamati seorang pendamping begitu lihai, menyenangkan dan hidup ketika memberi materi pada kelompok ibu-ibu di kampung. Dengan materi yang sama persis, saya melihatnya gugup luar biasa ketika berdiri di depan staf dan eselon kementerian. Suaranya pelan, banyak lupanya, sehingga sesinya saya amati menjadi kurang menarik. Padahal materinya sama persis. Yang berbeda adalah khalayaknya. Ada apa ini? Saya kerap menjelaskan kasus itu...selengkapnya »

"Memanfaatkan" kemarahan dampingan

03 Agustus 2016 - Posted by admin
"Memanfaatkan" kemarahan dampingan Bagaimana reaksi Anda sebagai pendamping jika mendapati dampingan (warga, siswa, ibu, atau lainnya) marah pada Anda? Bahkan marah yang sampai menghinda atau memaki? Pilihan yang mungkin: 1) ikut marah, 2) diam takut atau cuek, 3) bersyukur. Yang pertama dan yang kedua rasanya sudah biasa. Yang ketiga yang perlu kita latih lebih sering. Ada satu proses yang mudah diceritakan dan cukup mudah pula dilakukan. Pertama, dalam hati, ucapkan...selengkapnya »

Memanggil dengan nama anak

24 April 2016 - Posted by admin
Memanggil dengan nama anak Di sejumlah daerah orang dewasa dipanggil dengan nama anaknya. Alih-alih memanggil Pak Ides, orang memanggilnya Papa Eja, karena anaknya bernama Eja. Sekilas, pemanggilan semacam itu hanya untuk menunjukkan hubungan bapak – anak. Namun, dari pengalaman sejumlah kerja pendampingan, pemanggilan orang dewasa dengan nama anak  (terutama bila anaknya masih berusia SD atau lebih muda) ternyata mempermudah pengembangan hubungan. Seorang...selengkapnya »

Versi Mobile