Latihan Mental

12 Juni 2012 - Posted by admin

Latihan Mental

Ada satu latihan singkat dalam workshop 6 hari di Lembang. Partisipan dibagi dua. Satu kelompok diminta keluar, berbaris di luar yang udaranya cukup dingin. Satu kelompok menerima brief.

 

“Hinalah orang-orang di luar di sana dengan penghinaan yang paling tajam. Setajam-tajamnya!” Demikian instruksi yang diberikan.

 

Sejurus kemudian kelompok yang di dalam kelas keluar, mencari pasangannya lalu melontarkan hinaan-hinaan.

 

Terlontar hinaan-hinaan seperti:

“Kamu lambat, gendut  begitu, mana bisa jadi fasilitator!”

“Kamu anak kecil begitu, baru lulus aja mau coba ngajarin petani!

dan banyak lagi terlontar hinaan-hinaan.

 

Setelah berganti pasangan beberapa kali. Fasilitator bertanya pada kelompok yang dihina, “Apakah ada yang sakit hati?”; “Merasa terhina?”;  “Sesak dadanya?”; ”Emosi?”

 

Semua menjawab tidak.

 

“Saya sudah tahu. Ini kan diatur, ada skenarionya,”; “Ini kan main-main” dan lain-lain alasannya.

 

Fasilitator kemudian bertanya, “Kalau tadi itu ada kawan yang betul-betul ingin menghina..hmm..karena tidak suka atau melampiaskan dendam  karena kamu pernah menyakitinya, bagaimana?”

 

“Ga kok, kita ga mikir begitu kok,” ujar satu partisipan, yang diamini partisipan lainnya.

 

Fasilitator hanya menutup dengan narasi singkat. “hmm, semua tergantung pikiran kita? Kata-kata orang hanya akan membuat kita sedih, sakit hati, atau sebaliknya bergembira, bersemangat, tergantung pada pikiran kita sendiri! “

 

Entah apa yang dipikirkan partisipan. Sessi belajar mesti dihentikan karena maghrib sebentar lagi tiba.

 

Risang Rimbatmaja

Tinggalkan Komentar
  • Nama
  • Email
  • Komentar
  • Kode Verifikasi : 100 + 8 =

Artikel Kegiatan Lainnya :



Versi Mobile