Belajar Fasilitasi di Jogja

By admin

foto-jogja-baru2

“Bagaimana perasaan ibu-ibu mengikuti pertemuan ini?” tanya seorang fasilitator pada kelompok ibu yang mayoritas lansia. “Senang! Gembira! Ndak bosen!” jawab ibu-ibu ramai-ramai. “Nanti, kalau buat pengajian, mintanya seperti ini saja, bu.” seorang fasilitator lain menimpali. Sejurus kemudian, adzan Dhuhur terdengar dan sessi praktik fasilitasi mesti segera dibubarkan.

Sessi yang berlangsung hampir 2 jam itu adalah bagian dari rangkaian Sessi Belajar Bersama Fasilitasi yang diselenggarakan oleh Komunitas Fasilitator Jogja pada tanggal 26 – 27 Juni 2009 di mana Lapangan Kecil diundang untuk menjadi fasilitator proses belajar bersama. Yang menjadi host adalah Lembaga Penelitian dan Pengembangan Pimpinan Pusat Aisyiyah. Partisipan berjumlah 20 orang berasal dari berbagai latar belakang, utamanya adalah aktivis organisasi Aisyiyah, dosen dan LSM yang bekerja di Jogajakarta dan Solo.

foto-jogja-2Workshop berlangsung dua hari di mana hari pertama dimanfaatkan sebagai sessi praktik di kelas dan hari kedua adalah sessi praktik di komunitas. Di hari pertama partisipan bersama-sama belajar tentang seni dasar fasilitasi seperti 1) teknik mengenal cepat dan salng mengenalkan, 2) mendengar aktif dan bertanya, 3) mengelola partisipasi/ divergensi seperti brainstorming, paraphrasing, mirroring, stacking dll, 4) mengelola dinamika kelompok termasuk feedforward, buzz group, jigsaw, fishbowl, dll, dan 5) teknik-teknik konvergensi seperti menghadapi deadlocks, clustering dll.

foto-jogja6Di hari kedua, partisipan mempraktikkan keterampilannya pada kelompok ibu-ibu lansia. Mengambil tempat di mushola kampung yang sangat asri dan tenang, dua partisipan (Eka/ Spekham dan Emi/ Aisyiyah) memfasilitasi ibu-ibu yang biasanya datang ke mushola untuk mengaji atau menerima pesan-pesan agama secara satu arah (top down).

Sessi parktik terlihat dan terdengar begitu gembira. Ibu-ibu yang berasal dari dua RW bukan hanya bercerita dan berdiskusi tentang kegiatan-kegiatan yang menurut mereka bermanfaat, namun juga bernyanyi-nyanyi.

Karena waktu terbatas, partisipan lain menjadi pengamat aktif yang kemudian memberi feedforward bagi dua partisipan yang menjadi fasilitator.

Di sessi refleksi, sejumlah partisipan mengusulkan kontinnuitas dari proses belajar bersama. Mereka melihat pentingnya konsep dan teknik fasilitasi diadopsi dalam kegiatan-kegiatan organisasi, semisal dalam berdakwah dan mengelola ummat. Sementara, ada juga partisipan yang melihatnya untuk kepentingan rumah tangga. “Mestinya saya menerapkan keterampilan mendengar pada anak-anak saya,” ujar seorang partisipan.

Bagi Lapangan Kecil, apapun aplikasinya, asal membawa kemaslahatan bersama, tentu patut disambut gembira.

Tags: , ,

Artikel Terkait :
  • » Mendiskusikan jamban.......
  • » Ujicoba Penyuluhan Yang Fasilitatif
  • » Belajar dari FNS – Facilitator Network Singapore
  • » Sessi Belajar Fasilitasi di FK Atmajaya
  • » Menjajal semi OST (Open Space Technology) di Meeting FKGK
  • » Undangan Workshop IFN - 1 Agustus
  • » 18 Juli 2009: Meeting dengan Fasilitator Lintas Budaya
  • » 29 Mei 2009: Bersama Kawan Mengejar Cita-Cita

  • 2 Responses to “Belajar Fasilitasi di Jogja”

    1. Maaf deh baru kepikir bukak webnya…. ternyata ada dimuat berita kegiatan kita to…
      Sip buat motivasi yang lain. Pada dasarnya kami sering gunakan metode2 fasilitasi tersebut, tapi pelatihan yang begini saya rasa sangat penting buat memantapkan sekaligus buat penyegaran….
      ” Mengajar ya Belajar ” Tapi masih kurang… maunya sih nambah…

      #19
    2. admin

      Bagaimana kabarnya di Jogja, Mba Emi?
      Semoga baik-baik saja. Bagaimana kabar kawan-kawan? Semoga tetap semangat!
      Salam, LK

      #64

    Leave a Reply